Fenomena Bencong di Teve
Posted On Selasa, 03 November 2009 at di 00:47 by MulyadiAssalamu ''alaikum wr.wb
Intinya gini ustadz, saya kok agak "gerah" melihat banyaknya acara-acara di televisi yang menampilkan mereka yang kita sebut "bencong"
Sebetulnya bagaimana sih dalam pandangan Islam tentang mereka itu? Lalu sikap dan pandangan ustadz secara pribadi?
Wassalam
jawaban
Sebuah kesalahan persepsi yang paling fatal adalah mengatakan bahwa menjadi bencong (waria) merupakan takdir atau kehendak Allah. Dan dikatakan bahwa itu merupakan pilihan hati yang harus dilindungi serta menjadi hak asasi.
Ini adalah sebuah perkataaan yang paling dahsyat dan tuduhan yang paling nista yang dinisbatkan kepada Allah SWT.
Pernyataan itu sama saja dengan seorang pelacur beralasan bahwa dirinya melacurkan diri karena kehendak Allah juga. Sehingga bila seseorang rela menjadi pelacur, maka itu merupakan hak asasi yang harus dilindungi.La haula wala quwwata illa billah.
Menjadi bencong pada jelas bukan kehendak Allah SWT, sebab justru Allah SWT telah mengharamkan perbuatan itu. Bahkan lafadz haditsnya sampai kepada sebutan laknat.
Dan para ulama mengatakan bahwa apabila dalam suatu larangan, Allah sampai mengancam dengan laknat, maka perbuatan itu merupakan dosa besar dan pelakunya berhak dihukum secara berat di hadapan mahkamah syar''iyah.
Kedua hadits berikut ini tidak lepas dari ancaman dalam bentuk "Laknat"
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ''anhu berkata, "Rasululllah SAW telah melaknat laki-laki yang bergaya (menyerupai) perempuan, dan juga melaknat perempuan yang bergaya (menyerupai) laki-laki. (HR Bukhari)
Rasulullah SAW pernah menghitung orang-orang yang dilaknat di dunia ini dan disambutnya juga oleh malaikat, di antaranya ialah laki-laki yang memang oleh Allah dijadikan betul-betul laki-laki, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai perempuan dan menyerupai perempuan; dan yang kedua, yaitu perempuan yang memang dicipta oleh Allah sebagai perempuan betul-betul, tetapi kemudian dia menjadikan dirinya sebagai laki-laki dan menyerupai orang laki-laki (Hadis Riwayat Thabarani).
Kalau memang itu kehendak Allah, maka seharusnya tidak ada larangan untuk melakukan tindakan yang tidak senonoh itu. Dan kalau menjadi waria itu merupakan hak asasi, maka tidak perlu ada laknat dari Allah.
Yang benar adalah bahwa menjadi waria atau bencong itu adalah sebuah tindakan yang dilakukan secara sadar, nyata, pilihan, dan tentunya sebuah dosa besar yang menurunkan laknat. Bukan sebuah takdir dari Allah, apalagi hak asasi.
PeranTV Dalam Menghancurkan Syariah Islam
Salah satu bentuk peperangan umat Islam melawan kekafiran yang maha dahsyat adalah kampanye dan propaganda gaya hidup waria dan bencong. Nyaris semua televisi dan programnya tidak pernah melewatkan propaganda kufur yang satu ini.
Coba hitung lagi, nyaris hampir semua group lawak selalu ada bencongnya. Bahkan tanpa sadar, propaganda untuk menjadi bencong sudah ada sejak zaman dulu. Bayangkan, di masa yang masih sangat murni dan kental dengan agama, sudah banyak pelawak yang berkostum perempuan, meski saat itu nyaris semata-mata buat lucu-lucuan semata.
Di tahun 80-an sudah adaada Ester atau Joice yang mendampingi Jojon (Jayakarta Group). Di Srimulat ada Kabul yang berlagak jadi Tessy. Masih di zaman itu, dulu ada Karjo AC-DC yang juga selalu berdandan ala perempuan.
Tapi di zaman sekarang ini, gaya bencong itu bukan saja masih dipertahankan, tapi bahkan sudah jauh semakin merajalela. Bahkan sudah mendominasi.Hari ini nyaris semua bencong di pinggir jalan masuk TV. Termasuk juga para bencong salon, ikut-ikutan masuk ke TV kita, ditonton oleh jutaan pasanga mata yang mengaku beragama Islam.
Hari ini siapa yang tidak kenal tokoh lawak selalu tampil sebagai bencong? Siapa tidak kenal Dorce Gamalama (Dedi Yuliardi Ashadi), Olga, Tata Dado, Aming, Avi (Joko), Ivan Gunawan, Ruben, Dave Hendrikdan seterusnya. Penampilan bencog mereka di TV sudah sangat akrab di mata para pemirsa, sampai nyaris tidak ada lawakan kecuali selalu ada tokoh bencong ini tampil.
Para artis di Ekstravaganza selain Aming, yang lainnya juga pada rajin berpenampilan bencong. Seolah jadi bencong itu memang lucu dan silahkan ditertawai. Seakan sebuah lawakan masih kurang afdhal kalau tidak menampilkan bencog.
Yangamat menyedihkan adalah Irfan Hakim. Pemuda yang berbakat dan lulsan IAIN Sunan Gunung Djati ini ternyata juga sering latah ikut-ikutan tampil jadi bencong. Dia sering nongol sebagai perempuan di acara Ngelenong Nyok. Meski mengaku sudah tahu bahwa hal itu tidak boleh, tapi alasannya dia bilang ini kan cuma aksi panggung, bukan betulan. Jadi logikanya, kalau sekedar jadi bencong-bencongan, hukumnya tidak apa-apa. Yang haram adalah kalau jadi bencong betulan. Wah, ini ada mujtahid baru.
Tessi Srimulat malah jauh lebih parah. Dia malah mengaku tidak tahu bahwa berpenampilan daya wanita itu haram. Majalah Sabili menuliskan wawancara dengan bencong TV ini:
Ketika ditanya apakah profesinya dipermasalahkan secara agama, Kabul Basuki yang lebih tenar dengan panggilanTessy menjawab, “Agama yang mana?” Tessy juga heran kalau perbuatannya itu terlarang dalam Islam. “Diharamkan? Wah, saya baru dengar. Saya nggak pernah dengar hal itu, ” ujar Kabul pada Sabili ketika dikonfirmasi tentang hadits yang melarang seorang laki-laki menyerupai wanita.
Ramadhan: Bulan Bencong
Lebih parah dari yang parah, kita harus mengurut dada kalau sudah masuk bulan Ramadhan. Bayangkan, sejak acara pengantar sahur hingga acara menjelang berbuka, semua diwarnai lelucon yang konyol. Hampir seluruh acara Ramadhan menampilkan sosok waria.
Entah karena jahil atau karena ada unsur kesengajaan, yang pasti kita melihat fenomena aneh. Pengelola acara Ramadhan di televisi secara kompak, serempak, dan berjamaah dengan terang-terangan dan secara sengaja menampilkan kaum banci sebagai menu wajib yang harus dipelototi umat Islam. Dan itu akan mencapai puncaknya di masa Ramadhan.
Ramadhan yang seharusnya penuh berkah berubah kalau kita melihat TV, karena isinya kaum bencog merajalela. Tanpa sadar dan memperhatikan syariah, mereka tampil dengan ikhlas karena dapat bayaran yang tinggi.
Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan dan Penguatan Publik (LAMPIK), Mayjen Simanungkalit menilai sebagian besar acara Ramadhan di televisi swasta disusupi misi-misi yang menyesatkan, karenanya umat Islam diimbau agar tidak mudah terjebak.
“Hanya sedikit acara Ramadhan di televisi yang istiqomah pada misi dakwah, selebihnya justru disusupi misi-misi menyesatkan dan bahkan misi-misi setan, ” katanya kepada ANTARA di Medan, Rabu [26/09].
Menurut alumni Fakultas Dakwah IAIN Medan yang juga Wakil Ketua GP Ansor Sumut itu, di antara ciri masuknya misi setan dalam acara Ramadhan di televisi terlihat dari upaya menonjolkan sosok waria atau manusia idiot menjadi tokoh utama dalam sebuah tayangan.
Ranah Iklan
Bahkan demam bencong pun juga masuk ke ranah iklan. Salah satu operator seluer besar di negeri inigiat berdakwah mempopulerkan perbencongan ini. Jargonnya adalah "Kasih deh...." Seolah dalam benak pembuat iklan itu, kartunya akan laku karena para bencong se-Indonesia akan membelinya.
Iklan ini juga telah menjadi kampanye terselubung yang masuk ke alam bawah sadar 200 juta muslim Indonesia, bahwa setidaknya menjadi bencong itu wajar, boleh, manusiawi, dan merupakan hak asasi yang harus dihargai orang lain.
Bencong Betulan
Banyak artis yang merasa dapat rejeki kalau berpenampilan bencong, meski kesehariannya tidak demikian. Tapi jangan lupa, tidak sedikit dari mereka yang memang dalam kesehariannya memang bencong betulan.
Seolah sekarang ini bencong sudah benar-benar diridhai, bukan sekedar lawakan lucu-lucuan, tetapi sudah dianggap sah, diakui hak-hak asasinya, dan dianggap sebagai kodrat dan takdir dari Allah. Naudzubillah.
Para Bencong Bersatu
Kita bisa menggigil kalau melihat bagaimana para bencong sudah merajalela di negeri ini. Dan mereka pun bersatu, saling bela dan saling dukung sesama penganut kebatilan. Mereka punya komunitas, bahkan punya oraganisasi serta rajin berbagi job.
Pendeknya, era ini adalah era para bencong merajalela. Era di mana para ulama sudah hampir tidak terdengar suaranya, khususnya urusan perbencongan ini.
Di tahun 80-an, Buya Hamka ketika menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia pernah mengharamkan operasi ganti kelamin, karena para bencong sering melakukannya. Namun sampai hari ini, kami belum mendapat fatwa baru yang mengharamkan berpenampilan bencong, terutama terkait dengan maraknya kemunculan para bencong di layar TV. Padahal layar TV itu dipirsa oleh anak-anak dalam jumlah berjuta. Lalu mau dibawa ke mana anak-anak itu?
Himbauan
Maka kami himbau kepada MUI untuk mengeluarkan fatwa haramnya mencari nafkah dengan menjadi bencong, baik di layar TV sebagai pelawak, penyanyi, artis, penghibur, atau pun sebagai pelacur di pinggir jalan.
Mengingat dalam hukum Islam, menjadi bencong atau berpenampilan waria hukumannya dari Allah sangat berat. Dan dari sisi hukum dunia, mereka bisa dihukum mati atau diasingkan.
Kepada teman-teman para da''i, mohon lebih sering diangkat tema anti bencong, karena sekarang ini bencong sudah menjadi penyakit besar. Harus ada kekuatan bersama untuk menolak keberadaan bencong, baik di TV atau tempat-tempat yang sekiranya akan merusak moral umat.
Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Selengkapnya...
Invasi Pemikiran
Posted On Senin, 02 November 2009 at di 23:52 by Mulyadi
Seorang wanita berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.
Sang guru berkata, "Saya punya permainan... Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah Kapur!", jikasaya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!"
Murid-muridnya pun mengerti dan mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!".
Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, tentu saja murid-murid kerepotan dan kelabakan, dan sangat sulit untuk merubahnya. Namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi sulit. Selang beberapa saat, permainan berhenti.
Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Anak-anak, begitulah kita ummat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang thil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara, untuk membalik sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya.
Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita menerima hal tersebut, tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai mengikutinya.
"Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik nilai. Pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi suatu hiburan, materialistis dan permisive kini menjadi suatu gaya hidup pilihan, tawuran menjadi trend pemuda... dan lain lain."
"Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?" tanya Ibu Guru kepada murid-muridnya. "Paham buu..."
"Baik permainan kedua..." begitu Bu Guru melanjutkan. "Bu Guru punya Qur'an, Ibu letakkan di tengah karpet. Nah, sekarang kalian berdiri di luar karpet. "Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah tanpa menginjak karpet?"
Nah, nah, nah. Murid-muridnya berpikir keras. Ada yang punya alternatif dengan tongkat, dan lain-lain. Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, ia gulung karpetnya, dan ia ambil Qur'annya. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet.
"Anak-anak, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya... Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak kalian dengan terang-terangan... Karena tentu kalian akan menolaknya mentah mentah. Premanpun tak akan rela kalau Islam dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar."
"Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau membongkar pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan mencopot kalian. Mulai dari perangai kalian, cara hidup kalian, model pakaian kalian, dan lain-lain, sehingga meskipun kalian muslim, tapi kalian telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan."
"Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (invasi pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kalian... Paham anak-anak?" "Paham buu!"
"Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Islam, Bu?" tanya seorang murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terangan menyerang, semisal Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi."
"Begitulah Islam, Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya ambruk. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar." Kalau saja ummat Islam di Ambon tidak diserang, mungkin umat Islam akan lengah terhadap sesuatu yang sebenarnya selalu mengincar mereka. Paham anak-anak?" "Paham Buu.."
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.
(Enggar Tri W enggar@intouch.co.id)
Selengkapnya...
Homo takdir, nasip atau penyakit
Posted On at di 01:11 by Mulyadi
Assalamulikum Ustadz, ..
Apakah homo seks itu dapat dikatakan takdir atau nasib atau penyakit? Apakah homo seks itu bisa disembuhkan..?
terima kasih atas jawabannya.
Wassalam, ..
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Perilaku homoseks bukan takdir dan bukan nasib, tetapi pilihan. Kalau kita katakan takdir atau nasib, maka seharusnya Allah SWT tidak melarangnya. Karena Allah takdirkan seseorang untuk melakukannya tanpa ada pilihan.
Sesungguhnya perilaku homoseks adalah nafsu syahwat, seperti umumnya nafsu yang lain. Misalnya, nafsu untuk berzina dengan isteri orang, mantan pacar atau teman selingkuhan sekantor.
Semua itu bukan takdir, kan? Masa ada orang berzina enak-enakan, lalu ketika ditanya, kenapa berzina, jawabannya sudah takdir. Itu namanya bukan takdir, tetapi sudah jadi budak nafsu.
Sedangkan pandangan sebagian orang yang mengaku 'ahli psikologi' bahwa homoseks itu penyakit jiwa, memang sebagian ada benarnya. Tetapi sama sekali bukan legalitas yang membolehkan.
Ada seorang anak yang punya kelainan jiwa, misalnya hobi mencuri. Psikolog menyebutnya sebagai kleptomania. Tetapi koruptor pemakan uang rakyat, atau bandityang berhasil menjebol bank, tidak bisa membela diri menggunakan alasan sebagai pengidap kleptomania. Lalu minta dibebaskan dari hukuman.
Demikian juga dengan para pelaku seks sejenis, baik homo atau lesbi, mereka tidak bisa berlindung di balik alasan bahwa mereka punya penyakit kejiwaan, sehingga hukumnya jadi halal kalau melakukan zina menyimpang itu. Mereka juga tidak bisa mengatakan bahwa di balik semua kemungkaran itu, semua telah ditentukan takdir atau nasib dari tuhan.
Sama saja dengan seorang alkoholic, yang tidak bisa lepas mulutnya dari khamar. Buat sebagian mazhab Psikologi, keadaan sesorang yang demikian dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Lalu banyak para tukang minum khamar berlindung dengan menggunakan alasan itu.
Dalam pandangan syariah Islam, seks sejenis, mencuri dan minum khamar bukan penyakit jiwa, melainkan pilihan. Seseorang boleh memilih untuk tidak melakukan seks sejenis, tidak mencuri dan tidak minum khamar. Kalau dia bisa melakukannya, maka dia dapat pahala. Sebaliknya, dia juga bebas memilih untuk melakukan seks sejenis, mencuri dan minum khamar, tetapi untuk itu sudah disediakan siksa pedih di akhirat. Silahkan pilih saja, mana yang sekiranya lebih enak dinikmati.
Hukum ini nyaris mirip dengan hukum fisika dasar. Seorang yang loncat dari atap gedung pencakar langit, akan menghujam ke atas aspal dengan kecepatan tertentu, sehingga kepalanya akan pecah dan otaknya berceceran di mana-mana. Itu adalah pilihan. Silahkan pilih, terserah mau yang mana. Mau loncat atau tidak loncat? Kalau tidak loncat, berarti aman. Tidak usah cari alasan bahwa seseorang terpaksa loncat karena sudah takdir dan sudah nasib. Orang yang berbicara seperti itu sebenarnya bukan sedang mengajukanalasan tetapi sedang stress berat.
Masak loncat dari gedung dibilang takdir dan nasib? Yang bener aja!
Apakah perilaku homoseks bisa disembuhkan? Jawabnya sangat bisa, yang penting ada kemauan. Lha pecandu narkoba saja bisa disembuhkan, kenapa perilaku menyimpang seperti itu harus tidak bisa? Sekali lagi, jawabnya adalah bisa, bisa dan bisa. Tinggal masalah kemauan saja. Kalau tidak bisa disembuhkan, maka tidak mungkin Allah melarangnya, bukan?
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Mungkin saya juga mau menambahkan unek2 saya, saya melihat dan mendengar di Televisi banyak dari wanita membela kaum homo ini, katanya demi kasih sayang sesama manusia,dan hak kebebasan, padahal mereka tidak tahu, bahwa sebenarnya kaum homo itu sendiri tidak sayang kepada wanita tersebut.
bagaimana tidak, sedangkan homo itu sendiri dilahirkan dari rahim seorang wanita, tapi kenapa dia tidak mencintai wanita untuk menciptakan keturunan, itu artinya kaum homo itu tidak sayang kepada wanita, lebih parahnya saya menyimpulkan, kaum homo itu tidak sayang kepada yg namanya manusia, dia merasa telah terhina lahir kedunia, untuk melanjutkan keturunannya. kalaupun dia pernah dikecewakan oleh wanita, bukan berarti wanita tidak ada yg baik, (buruk muka cermin dibelah)
Lalu pertanyaannya, kenapa banyak orang membela kaum homo dan parahnya dari para wanita...?
Selengkapnya...
Merokok Itu Haram Hukumnya
Posted On Sabtu, 03 Oktober 2009 at di 14:00 by MulyadiMungkin diantara rekan2 butuh kepastian dalam Al-qur'an yg mengatakan Rokok itu haram. berikut ayatnya & Hadistnya, kalau memang masih percaya Al-qur'an adalah ucapan Allah.SWT
Pertama kita harus sepakat dulu nih, apa yg ditulis oleh pabrik rokok yg ditulis dikotaknya itu benar dan kita akui. "merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan kesehatan janin, dan impotensi" dan perokok pasif lebih berbahaya dari perokoknya.
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan."Al-Baqarah:195)
atau ayat ini :
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan” [Asy Syu’araa:183)
atau ayat ini :
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.” [Al ‘Ankabuut:36]
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya” [Al A’raaf:56]
Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” [Al A’raaf:157
atau hadist ini :
Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan juga tidak boleh membahayakan (orang lain)."* (Riwayat Ibnu Majah, kitab *Al-Ahkam* (2340)
Dari Sa’id Sa’d bin Malik bin ra, bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Dilarang segala yang berbahaya dan menimpakan bahaya.” (Hadits hasan diriwayatkan Ibnu Majah, Daruquthni, dan Malik dalam Al-Muwatha’)
Dan kalau ada yg bilang itu masih Syubhat/samar yang dilontarkan oleh para perokok, mari kita lihat hadist tentang syubhat :
Abu Abdillah Nu'man bin Basyir ra berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas. Sedangkan di antaranya ada masalah yang samar-samar (syubhat) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum)-nya. Barangsiapa menghindari yang samar-samar, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang jatuh ke dalam yang samar-samar, maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram. Seperti penggembala yang berada di dekat pagar (milik orang lain); dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki pagar (aturan). Ketahuilah, bahwa pagar Allah adalah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah, bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR Bukhari dan Muslim).
Terakhir Penulis ingin mengatakan:
karena tidak satupun dari yg ahli,"DOKTER" yg mengatakan rokok itu menyehatkan, yg ada adalah merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan kesehatan janin, dan impotensi, bahkan dikotaknya juga ditulis dan diakui oleh pabriknya. Bukankah ini jelas-jelas kita menjatuhkan diri kedalam kebinasaan. Katanya berhenti merokok itu susah, kata siapa, mungkin kalau orang yg tdk pernah merokok,nggak bakalan didengar, tapi kalau yg pernah merokok mulai dari SD, semua rokok di coba, dan yg terakhir rokoknya dji sam soe he....pasti didengar dong, insyaAllah mudah kok berhenti merokok kalau Allah tujuannya. Ingat dong Bulan puasa, bisa berhenti seharian, dan kita nggak mati & tetap sehat. (tdk merokok karena gengsi, karena terlihat maco,jantan) hari gini masih berfikir begitu.....atau karena solider, teman yg solider, tdk akan menghancurkan temannya sendiri, yg ada menasehati, untuk berhenti.....:-)
Ane berhenti merokok setelah ustad yg memberi ceramah jum'at di Gedung Aminta,mengumumkan, bahwa Syeikh Abdul Aziz mengharamkan merokok, dan perokok itu bisa menzalimi orang lain, karena gue sayang sama orang disekiar ane, langsung deh berhenti :d (true Story awal tahun 2003)
Fatwa merokok itu HARAM:
1. Muzakarah Jawatan kuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Hal Ehwan Islam Malaysia kali ke 37 yang bersidang pada 23 Mac 1995 di Kuala Lumpur.
2. Fatwa yang termasyur di seluruh dunia iaitu Al-Marhum Mufti Saudi, Syeikh Abdul Aziz bin Baaz
3. Fatwa Al-Azhar terdahulu iaitu Syeikh Abdullah Al-Masyd (Ketua Lembaga Fatwa Azhar), Dr. Ahmad ‘Umar Hashim’ (Naib Canselor Al-Azhar) dan lain lain.
Ulama yang menganggap merokok itu haram:
1. Dr. Yusof al-Qardhawi lebih cenderung kepada hukum haram merokok..
2. Para ulamak Hijaz juga cenderung kepada hukum haram merokok.
3. Syeikh Mahmud Syaltut cenderung kepada hukum haram merokok.
Kalau sudah tahu Rokok itu haram, tapi tetap melakukan dosa, kayaknya menentang Allah.SWT nih :d
Atau karena belum pernah melihat nereka dan sorga .....he, kalau sudah lihat, tapi sayang pada saat itu sudah tidak diterima lagi amal ibadahnya.
Wallahu a'lam bishshawab,
Lalu kenapa ada ulama di Indonesia Memakhruhkan
Banyak kalangan ulama di negeri kita yang masih saja asyik merokok, hal itu lantaran dalam kitab fiqih mereka tidak pernah tercantum bab tentang rokok, kecuali sekedar benda yang mengakibatkan mulut berbau tidak sedap.
Oleh karena itu hukumnya dalam alam pikiran mereka sekedar makruh saja, tidak pernah sampai haram. Karena ilmu pengetahuan penulis kitab fiqih di masa lalu baru sampai ke tingkat itu, tidak lebih.
Yang Mengatakan Haram
Berbeda dengan ulama di zaman sekarang, yang hidup di era kemajuan. Begitu banyak informasi yang baru terkuak di zaman ini, sementara 100-an tahun yang lalu orang masih buta tentang hakikatnya.
Informasi yang paling akurat dan sangat terpercaya dari dunia kesehatan telah dengan aklamasi mengatakan bahwa tidak pernah ada batas aman untuk merokok. Sebab dalam sebatang rokok terdapat 200-an jenis racun yang paling berbahaya bagi manusia.
Kalau racun-racun itu dikonsumsi terus menerus, maka nyaris hampir semua penyakit akrab dengan tubuh seseorang. Selain itu juga ada fakta-fakta yang tidak mungkin dipungkiri lagi:
• Rekomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandainya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi.
• WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.
• 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.
• Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.
• 20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.
• Posentase kematian orang yang berusia 46 tahun atau lebih adalah 25% lebih bagi perokok.
Maka wajar bila para ulama di masa sekarang ni yang hidup dengan semua sumber informasi umumnya mengharamkan rokok. Meski tidak terdapat nash sharih yang mengharamkannya, namun kriteria rokok sebagai racun yang haram dimakan telah dengan tegas di dalam quran dan sunnah.
Mereka yang mengharamkan rokok, berangkat dari dalil umum tentang haramnya seseorang menceburkan diri ke dalam kehancuran. Misalnya firman Allah SWT:
وَأَنفِقُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوَاْ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan belanjakanlah di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-Baqarah: 195)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisa': 29)
Sekarang balik lagi arti dari makruh itu Sendiri, Yaitu sesuatu yang boleh tapi tidak disukai Allah, Lalu kenapa kita mau melakukan hal yg tidak disukai Allah, apalagi predikatnya Muslim, atau sudah haji bahkan mungkin seorang Ulama. Apa bisa disebut Ulama, yaitu Suka melakukan sesuatu yang tidak disukai Allah.
Coba rekan-rekan Renungkan lagi, dari bukti otentik diatas apakah bisa kita masukkan ke Hukum terendah yaitu makruh…?
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selengkapnya...
Semua Agama Sama?! dan ESensi Allah
Posted On Kamis, 09 Juli 2009 at di 01:07 by MulyadiBeberapa waktu yang lalu kita di kejutkan dengan pemberitaan di media masa " bahwa agama itu sama". Anand Krishna dengan buku-buku karangannya adalah pelopor utama pada saat itu, yang memberikan referensi argumentative pernyataan tersebut dengan mengambil tafsir-tafsir pada kitab-kitab setiap agama yang sudah ada. Anand mencoba mengaitkan dengan dalil-dalil yang ada
dalam kitab agama-agama tertentu, untuk mendukung pendapatnya sebagai dalil pembenaran.
Tentu saja hal ini tidak akan sesuai dengan maksud ayat tersebut, karena Anda tidak memahami kaidah-kaidah bahasa Kitab, terutama bahasa Alqur'an…..Dia mencari dalil pembenaran (asal benar) mengenai reinkarnasi, mengenai Tuhan adalah sejatinya sendiri (manunggaling kawula gusti), atau semua agama adalah sama yang merupakan pengulangan pendapat Ibnu `araby atau
kaum spiritualis India dan kaum kejawen di Jawa (sebuah aliran mistik kejawen Pangestu dalam hal ini terdapat dalam prinsip Tripurusa ). Sebenarnya dalil-dalil yang diambil tidak terlalu Istimewa untuk dibahas, karena dalil-dalil kebenaran tersebut diambil dari agama-agama yang ada …, tidak menciptakan makna kebenaran yang berdiri sendiri (Istilah kebenaran masih mengadopsi kebenaran menurut agama yang sudah ada). Dan kebenaran yang mereka sampaikan masih sekitar bagian kecil dari yang tercantum dalam spiritual agama-agama yang ada, ibarat orang miskin ingin menceritakan kekayaannya kepada konglomerat.
Salah satu alasan dan dalil untuk mendukung pendapatnya diambil dari ayat Alqur'an surat Al baqarah ayat 62 : "sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang nashrani dan orang-orang shabi'in, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati….."
Ayat ini jelas menggambarkan, bahwa Allah mengutus seorang Nabi (yang diturunkan setiap kurun), yang membawa berita wahyu dari Tuhannya berupa syariat agama yaitu kitab suci, misalnya Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa untuk kaum Yahudi ( Israel), Injil kepada Nabi Isa As, Zabur kepada Nabi Dawud dan Alqur'an kepada Nabi Muhammad Saw…..dan apabila mereka menjalankan syariat itu (menurut kitab yang diturunkan saat itu) dengan benar maka mereka akan mendapatkan pahala dan ketenangan sehingga tidak merasakan kekhawatiran dan bersedih hati …..
Syariat agama-agama terdahulu merupakan bukti adanya kebenaran, dan itu digambarkan oleh Alqur'an ..bahwa Alqur'an merupakan kitab pembenaran agama-agama sebelumnya dan meluruskan prinsip-prinsip yang telah diselewengkan oleh para pendeta atau rahib sesudahnya…..Allah berfirman : "Dia menurunkan Al kitab (Alqur'an) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil "( QS. Ali Imran :3 ).
Musa dan Rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad saw. adalah pemimpin kaum mereka masing-masing. Firman Allah :
"Kami tidak mengutus seorang rasulpun melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana " ( QS. Ibrahim : 4 )
Alqur'an adalah potret peristiwa-peristiwa (koleodoskop) yang pernah terjadi sebelum Muhammad. Allah memberitakan kepada generasi sesudah Nabi-Nabi terdahulu …, untuk meneruskan ajaran tauhid yang sudah tidak murni lagi, dan meluruskan naskah-naskah yang sudah tercampur dengan pikiran-pikiran manusia. Hal ini terbukti dari adanya kitab-kitab yang tidak asli bahasa induknya (karena naskah aslinya sudah hilang, atau tidak pernah dituliskan pada masa itu) seperti contohnya kitab injil, dimana kitab itu baru ditulis pada pertengahan abad II M, atau lebih tepat lagi sesudah 140 tahun kematian Yesus. Pengarang-pengarang atau penulis injil-nya adalah Matius , Markus , Lukas dan Yahya.
Injil yang kemudian menjadi resmi atau kanonik, baru diketahui lama sesudah itu, meskipun redaksinya sudah selesai pada permulaan abad II. Menurut terjemahan ekumenik, orang mulai menyebutkan riwayat-riwayat injil mulai pertengahan abad II, akan tetapi selalu sukar untuk menetapkan, apakah riwayat-riwayat itu disebutkan menurut teks tertulis atau hanya menurut ingatan-ingatan fragmen dari tradisi lisan. Sebelum tahun 140 tak ada bukti-bukti bahwa ada orang yang mengetahui tentang kumpulan-kumpulan fasal-fasal injil.( dikutip dari buku Bible, Qur'an,dn sains Modern. Oleh Dr. Maurice Bucaille ).
Saya akan uraikan bagaimana Allah menyempurnakan setiap budaya, yang diturunkan kepada manusia dengan wahyu yang sesuai pada masa itu.
Pada masa Nabi Adam dimana peradaban manusia saat itu adalah sangat primitif jika dibandingkan dengan masa kita sekarang, wahyu turun kepada Adam dengan perangkat yang sangat sederhana …tidak ada hukum politik, tidak ada hukum rajam, tidak ada hukum waris, tidak ada hukum jual beli dan tidak ada hukum perang dll …Tuhan berfirman dengan bahasa setempat dan disesuaikan dengan keadaan zamannya … kemudian berkembanglah peradaban manusia …seiring dengan itu turun pula wahyu-wahyu Tuhan kepada peradaban yang baru itu dengan menurunkan ketetapan-ketetapan hukum agar manusia tidak saling menghancurkan …..keadaan ini terus berlanjut sampai kepada Nabi yang paling populer karena perlawanannya terhadap kedzaliman Raja fir'aun yang mengaku sebagai Tuhan serta kekejamannya yang tidak memiliki perikemanusiaan…. Hal ini dicatat di dalam sejarah agama-agama langit ….bahwa Musa adalah lambang kepahlawanan, yang memiliki jiwa yang keras , teguh tanpa mengenal menyerah , keteguhannya teruji karena Ia bersandar kepada Allah ….sekaligus kemenangan tauhid yang paling besar …. karena kalau dilihat dengan kenyataan, perangkat Musa di dalam menghadapi Raja Fir'aun tidaklah masuk akal karena hanya terdiri dari peralatan yang sangat sederhana dengan kekuatan pasukan yang sangat sedikit … dibandingkan dengan Fir'aun yang banyak memiliki kekuatan pasukan terlatih dan harta yang melimpah serta pendukungnya yang setia……apalah artinya Musa, lidahnya yang cacat sejak kecil menyebabkan ia tidak bisa berbicara dengan fasih, Ia bukanlah seorang orator ulung yang mampu membakar emosi masa …. dan Allah mengutus saudara sepupunya Harun, untuk mendampingi di dalam menghadapi ummat dan menyampaikan wahyu yang diturunkan kepada Musa as (sebagai juru bicara)
Musa dihadapkan kepada dua persoalan, yaitu persoalan kedhaliman Raja Fir'aun dan kekeraskepalaan kaum Yahudi yang selalu tidak puas atas pertolongan Allah..Dan Nabi Musa meyakinkan kepada Ummatnya bahwa Allah selalu bersamanya di dalam kesempitan (kesulitan), yaitu ketika dikejar kaum kafir sampai diperbatasan laut, dimana akal orang-orang Israel sudah tidak bisa berbuat banyak untuk melepaskan dari vonis maut yang telah berada didepan matanya …lalu Allah berfirman kepada Musa pukulkan tongkatmu ke laut …maka terbelahlah lautan bebas itu, sehingga kaum Israel bisa berjalan melalui dasar lautan sampai ke ujung pulau diseberang sana ….kemudian Allah menenggelamkan fir'aun dan pasukannya ketika mereka mengikuti rombongan kaum Nabi Musa sebelum mereka sempat menangkapnya ….Inilah kisah yang menggambarkan kepada manusia bahwa sebesar apapun kekuatan itu jika dibandingkan dengan kekuasaan Allah tidak akan mampu menataki sedikitpun. Hal ini telah dibuktikan oleh Nabi Musa kepada kaumnya yang sering membantah perintahnya. Kalau kejadian diatas kita simpulkan, kita dapat melihat bahwa nabi Musa mengajarkan sesuatu yang sangat simple, yaitu bersandar kepada Allah (bertauhid) adanya Dzat Allah yang selalu melindungi hambanya yang mendekat (bergantung ) …inilah misi setiap Nabi diturunkan , yaitu mengabarkan tentang kebenaran Allah …bukan kebenaran manusia atau suatu bangsa .
Kemudian ajaran Nabi Musa ini memudar setelah serangkaian cerita israiliyat lebih menonjol ketimbang ajaran tauhidnya. Timbul kebanggaan bahwa orang-orang Israel adalah kaum pilihan Tuhan yang selalu disayang Tuhan ….Israel adalah kaum yang beradab dan berderajat tinggi ….Sikap ini bertambah laun bertambah menyesatkan kaum Israel karena kebanggaan terhadap ras, sehingga menuhankan dirinya sendiri Keadaan ini menjadi sangat memprihatinkan sehingga turun Roh Kudus (Isa Al masih) untuk menertibkan keadaan yang kacau balau …dengan konsep kasih sayang ….Allah menunjukkan kesaksian atas kaum Israel yang congkak agar melihat bahwa kekuasaan itu turun dari Allah bukan dari dirinya sendiri …kehebatan Musa itu berasal dari Allah. karena Musa adalah salah satu diantara hamba Tuhan yang berpendirian kokoh bahwa Allah adalah segala-segalanya …..( bahwa Nabi Musa adalah hamba yang selalu berharap dan bergantung kepada Allah semata)
Sudah menjadi tabiat manusia , jika kebenaran itu muncul kepada kita atau manusia lainnya , kadang kita sering melupakan dari mana sebenarnya kebenaran itu berasal. Kita menjadi angkuh tatkala sudah mendapatkan rezki yang banyak dan kaya raya, kita mengatakan akulah yang paling hebat dari pada kalian yang miskin. Begitupun orang yang pandai atau yang kuat ..dia berkata akulah yang paling hebat dan kuat ..sehingga melupakan kekuatan itu berasal dari Allah ….Hal ini dialami orang atau bangsa-bangsa yang pernah menjadi masyhur karena pertolongan Allah seperti kaum Yahudi yang tertindas oleh Fir'aun, ketika mereka telah menjadi orang yang terhormat mereka lantas melupakan Tuhannya …malah mengagumi bangsanya yang hebat, yang mampu mengalahkan Fir'aun …serta mampu menghadapi rintangan sesulit apapun ..Euphoria yang berlebihan itu menyebabkan kaum Yahudi menjadi bangsa yang congkak dan keras kepala sampai kini.
Allah menurunkan Nabi Isa untuk membuktikan kekuasaan itu berasal dari Allah bukan dari suatu kaum atau manusia. Yesus merupakan bukti kebenaran hakiki melalui mukjizat dari Allah atas kelahirannya yang tidak berbapak, menyembuhkan orang yang sakit, menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit kusta, dan orang buta ….
Keadaan ini menyebabkan orang-orang Yahudi tidak menerima kehadirannya, karena akan mengancam eksistensinya sebagai kaum yang terbaik yaitu kaumnya Nabi Musa sang perkasa ….. mereka tidak mengakui Isa (Yesus) sebagai Rasul Tuhan ….Nabi Isa turun untuk menyatakan bahwa Allah adalah Esa, seluruh langit dan bumi adalah sebagian dari kerajaan Allah yang di kuasai-Nya….artinya, Yesus datang hanyalah untuk memberitakan adanya Allah yang Maha kuasa dan menyampaikan bahwa dirinya telah diutus sebagai Rasul untuk meneruskan ajaran Tuhan yang telah disampaikan oleh pendahulunya yaitu Nabi Musa, yang hanya menerima ajaran the ten comandement, yang seharusnya berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia. Sebab manusia adalah makhluk yang dinamis. Kebencian terhadap Yesus menyebabkan Yesus harus menerima perlakuan yang tidak baik dari kaum Yahudi.
Perlakuan Yahudi terhadap kekasih Allah ini membuat pengikut Yesus sedih dan hampir tidak percaya hal itu terjadi kepada orang yang sangat dikasihi Allah . hal ini pernah di alami oleh pendahulu Yesus yaitu Nabi Zakariya yang mati digergaji oleh kaum kafir , juga Nabi-Nabi sebelumnya telah banyak Mati terbunuh. Bagi orang Israel, hal ini tidak boleh terjadi karena manusia suci itu tidak mungkin mati terbunuh, apalagi kematiannya seperti terhinakan di gantungan kayu salib atau digergaji. Sehingga mereka beranggapan bahwa Yesus sedang dipanggil Allah, sebagai penebus dosa bagi kaum Israel. Pendapat ini berkembang menjadi bahwa Yesus adalah anak Allah ….sampai sekarang …
Penyebutan Tuhan kepada orang-orang suci seperti kepada Nabi Isa telah ada sejak peradaban manusia itu berkembang …(sebelum Masehi) ,seperti terjadi kepada Sri Krishna, Sang Budha Sidharta Gautama, Raja Fir'aun , Uzair, Hercules dll . Kepercayaan itu muncul setelah melihat kelebihan-kelebihan yang luar biasa (berupa mukjizat) dan kharisma sang pemimpin, lantas mengalami kekecewaan yang maha hebat setelah terjadi peristiwa yang mustahil dilakukan orang lain terjadapnya. Kepercayaan tersebut masih bercampur dengan cerita-cerita yunani kuno yang menggambarkan tentang Tuhan sebagaimana manusia, berbapak, beribu, beranak, bersaudara dll
Kekecewaan semacam ini hampir saja terjadi kepada Nabi Muhammad ketika wafatnya…. Waktu itu Umar bin Khatthab berkeliling kampung sambil berteriak mengatakan, siapa yang mengatakan Muhammad itu mati !! tiba-tiba suasana terasa mencekam … karena takut akan terjadi apa-apa. Abu Bakar berkata : "siapa yang menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad telah Mati !!" Perkataan Abu bakar yang lembut dan tegas ini membuat jantung Umar bin Khattab seakan berhenti sesaat ..lalu merontokkan emosinya yang bergelegak …dan Umarpun sadar …..bahwa Rasulullah pernah bersabda : Janganlah kalian seperti orang-orang Nasrani yang mengagungkan Isa dengan sangat berlebihan …
Di Indonesia, ada sebagian orang Jawa di pedesaan menganggap Mantan Presiden RI-1 Soekarno itu belum meninggal, bahkan sering muncul di daerah asal kelahirannya (Blitar) atau kadang ia berada di Istana Bogor (benar tidaknya wallahu a'lam). Di daerah Jawa Barat, Prabu Siliwangi (Raja Pajajaran) dianggap masih hidup sampai sekarang (di Istana Bogor) yang hal ini bermula karena beliau adalah Raja yang sangat dikagumi oleh rakyatnya ditanah Pasundan, namun dengan terpaksa ia harus menyerah kalah dengan kerajaan Islam di Jawa. Pengikut Prabu Siliwangi tidak dapat menerima kenyataan tersebut dan menganggap beliau bukan/tidak mati tetapi hanya Muksa (Masuk ke alam Ghaib) dan menjelma sebagai Harimau. Mitos itu sampai sekarang masih melekat pada sebagian masyarakat Pasundan (Jawa Barat)
Kisah Yesus dianggap Tuhan oleh ummatnya, sebenarnya telah banyak terjadi semenjak kaum primitif kesulitan mengungkapkan masalah wujud Tuhan. Sehingga dengan sangat sederhana membuat sarana-sarana yang memudahkan pikirannya tertuju kepada objek Tuhan yang tidak tampak (Ghaib). Sehingga ia menggambarkan tentang Tuhan kepada apa yang dipikirkan (konsepsi manusia) dengan sesuatu yang sangat besar dan menakutkan atau berwibawa .
Konsepsi primitif ini sangat sederhana dan mudah mencari padanannya dalam pengungkapannya, misalnya dengan membuat patung-patung besar dengan wajah yang menakutkan, gunung yang paling tinggi seperti Gunung Fuji di Jepang, Gunung Maha Meru di India atau Sungai yang sangat besar seperti Gangga …. Dengan mengungkapkan keadaan atau melambangkan sifat ketuhanan .Umat Hindu menggambarkan sifat Tuhan Yang Maha Pencipta dengan wajah seorang Yang Arif dan bertangan banyak,dan ungkapan bahwa Tuhan adalah Sang Perusak digambarkan dengan wajah yang menakutkan dan sangar, atau Sang Pemelihara digambarkan dengan wajah yang teduh dan menyenangkan. Semuanya terwujud dalam tiga sifat tetapi satu, yaitu TRIMURTI terdiri dari Brahmana, Siwa, dan Wisnu. Semua itu adalah sifat Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widi Wasa) yaitu Brahman Yang Agung, yang tidak berupa, tidak laki-laki atau perempuan, tidak bisa dibayangkan dengan pikiran dan tidak sama dengan makhluknya terangkum dalam mantra suci "AUM" yang berarti tidak mampu seluruh kata menggambarkan-Nya, dari terbukanya mulut( Aa) sampai terkatupnya mulut.(Um)
Demikan juga ajaran Tao, yang mengatakan semua alam berada didalam keabadian dan segala alam adalah liputan-Nya. TAO adalah wujud yang tidak tergambarkan , tidak laki-laki dan tidak perempuan. Dialah yang Universal yang menggerakkan alam semesta. dilambangkan dengan Yin dan Yang. Tokoh yang membawakan ajaran ini adalah Chuang-Tsu (369 SM-286 SM ) atau lebih dikenal dengan Confucius dan agamanya disebut Confucianisme (belakangan orang banyak mengagungkan beliau sehingga patungnya dijadikan untuk perantara menuju Tao).
Didalam ajaran Budha dikenal dengan keabadian sejati atau Hong Wilaheng sekaring bawana langgeng , bahwa dibalik semua alam ini adalah Keabadian. Semuanya diliputi oleh keabadian Dzat Yang Mutlak ( Tuhan ). Ajaran ini dibawakan oleh Sang Budha Gautama.(namun akhirnya sang Budha di jadikan Objek ketuhanan , karena sang Budha adalah Tuhan itu sendiri)
Dalam kitab Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22 disebutkan sebagai berikut : " maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Tuhan melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami."(akan tetapi Yesus dijadikan objek ketuhanan karena dianggap Yesus adalah anak Allah, karena di dalam Yesus adalah Allah ) .
Kalau kita perhatikan seluruh agama yang ada (sebelum Islam), masih tersisa pesan-pesan tentang nilai ketuhanan yang Menggambarkan kelanggengan (keabadian) bentuk Dzat Yang tidak tergambarkan, itulah Tuhan Yang Hakiki….yang menggerakkan alam, meliputi segenap keadaan, tidak bisa diserupakan dengan keadaan atau makhluk ciptaan, tidak terikat oleh kata, waktu dan ruang karena Dia adalah La syarkiyyah wala Gharbiyyah (tidak timur dan tidak barat), Yang awal dan Yang Akhir , HUU , Dia Alfa Omega, Dialah AUM, OM dan Dialah TAO …( inilah WUJUD kemurnian tentang Dzat Tuhan yang merupakan Misi setiap agama ) akan tetapi hal ini menjadi rancu, ketika orang sudah mengaitkan dengan kefanatikannya terhadap sang utusan. Sehingga tidaklah heran mereka menganggap orang yang suci seperti nabi-nabi adalah AFATHARA, yang menjadi perantara kalam ilahy (afathara/ Bethara) dengan jalan emanasi kepada manusia.Kasus ketuhanan Yesus sebenarnya tidak ada bedanya dengan agama-agama purba lainnya, karena selalu berakhir dengan "Penuhanan" pemimpin atau Utusan Tuhan karena dianggap Tuhan berada di dalam dirinya. Tradisi kuno ini masih mempengaruhi ummat Yesus yang ditinggalkannya ... …sampai sekarang .
Mengapa Islam diturunkan ke Dunia ??
Sebelum saya berbicara mengenai kemurnian Dzat mutlak, marilah kita bahas terlebih dahulu mengenai kemurnian naskah-naskah ajaran agama.
Naskah-naskah ajaran agama banyak yang sudah bercampur dengan mitos Yunani, Israiliyat, dongeng purbakala, Negeri Antah Berantah, Kerajaan Dewa-Dewa, Kekuasaan Ular Naga dll. Sampai sekarang masih tidak jelas kapan naskah tersebut dituliskan dan dibukukan dengan kesaksian yang dapat dipercaya, padahal ajaran-ajaran itu hadir pada ribuan tahun yang lampau, dimana sumber berita-beritanya tidak bisa diambil rujukan kebenarannya. Taoisme sudah ada ribuah tahun Yang lalu. Veda yang merupakan kitab pegangan orang-orang yang beragama Brahma atau Hindu mulai dikenal antara tahun 1150 dan tahun 1000 sebelum masehi. Kitab Tripitaka yang merupakan kitab suci agama Buddha, lahir tahun 563 sebelum masehi, yang dipimpin oleh Sidharta Gautama, dan sampai sekarang belum ditemukan naskah aslinya. Kitab-kitab agama-agama samawi seperti Taurat, Zabur dan Injil sampai sekarang juga belum ditemukan naskah aslinya. Apakah dilakukan tradisi penulisan atau tradisi lisan dan hafalan yang disampaikan dari mulut-kemulut…..???
Sebagai contoh, kitab Injil …… pengarang kitab injil bukan murid Yesus secara langsung. Pada tahun-tahun pertama setelah munculnya agama Kristen beredarlah bermacam-macam tulisan mengenai Yesus. Tulisan-tulisan itu tidak dianggap autentik dan Gereja memerintahkan supaya tulisan-tulisan itu disembunyikan. Inilah asal timbulnya kata : apokrif (injil yang disembunyikan ). Dari teks tulisan tulisan tersebut ada sebagian yang terpelihara baik karena mendapat penghargaan umum, seperti surat atau ajaran Barnabas, tetapi banyak lainnya yang dijauhkan secara brutal, sehingga yang ada sekarang hanya sisa-sisanya dalam bentuk fragmen. (begitulah yang dikatakan oleh terjemahan Ekumenik). Tulisan yang dianggap tidak autentik, karena dianggap sebagai penyebab kesesatan, maka tulisan-tulisan tersebut dianggap tidak ada. Walaupun begitu, injil orang Mesir yang diketahui oleh pendeta-pendeta gereja, mempunyai kedudukan yang hampir sama dengan injil Kanon. Begitu juga injil Tomas dan injil Barnabas. Diantara tulisan-tulisan apokrif (yang diperintahkan gereja supaya disembunyikan) banyak yang memuat perinci-perinci yang bersifat khayalan, yaitu yang dihasilkan oleh imaginasi orang awam.
Hampir semua kitab-kita agama yang ditulis sekarang, telah mengalami reduksi dalam pengertian aslinya, karena kita tidak mendapatkan data bahasa Asli dari sang pembawa kebenaran tersebut. Kenapa harus ada yang berbahasa asli ?? karena bisa jadi bahasa melayu tidak mampu mengungkapkan makna kata yang disebutkan dalam kitab yang berbahasa Inggris, dan bahasa Inggris tidak mampu menuangkan makna kata yang tersirat dalam bahasa arab misalnya. Hal inilah yang akan merusak keautentikan naskah, karena setiap budaya bahasa di dalam pengungkapan makna terkadang memerlukan pembahasan yang lebih panjang. Misalnya "kata bahasa arab mengatakan "bashirah" diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi " hati yang paling dalam atau suara hati yang paling murni" , namun bahasa jawa mampu menangkap kata itu hanya dengan satu kata yaitu " RAHSA". Karena bahasa memiliki kemampuan pengungkapan makna yang berbeda-beda disetiap bahasa di dunia, maka akan sangat riskan sekali jika suatu kitab atau naskah sudah tidak memiliki bahasa Aslinya. Dengan adanya kitab berbahasa asli, salah pengertian karena salah tafsir bisa dihindari. Apalagi bahasa setiap bangsa berkembang sehingga dengan demikian kitab-kitab yang tidak memiliki bahasa baku akan mengalami perubahan setiap saat. Apabila kitab agama sudah tidak memiliki bahasa asli, maka kitab itu bukan/tidak memiliki bahasa wahyu lagi , akibatnya banyak kesimpang siuran naskah maupun makna.
Hal di atas berbeda dengan Bahasa Alqur'an, yang tidak pernah mengalami perubahan bahasa, kalaupun diterjemahkan kedalam bahasa asing tidak meninggalkan bahasa asli disampingnya. Hal ini untuk memudahkan pembaca agar mengerti bahwa pengertian bahasa itu haruslah sesuai dengan pengertian yang tertulis dalam bahasa Aslinya. Dengan demikian Alqur'an akan terhindar dari pengertian yang salah dan rendah jika bahasa asing itu ternyata tidak mampu menangkap makna bahasa Alqur'an yang tinggi….Persoalan keautentikan naskah ini sangat penting, sebab wahyu tidak boleh bercampur dengan kebohongan manusia atau bercampur dengan kelemahan pikiran manusia yang setiap saat berkembang. Dari naskah inilah kita bisa memahami kebenaran suatu ajaran agama.
Mari kita telusururi naskah Alqur'an dengan menghimpun data-data yang mutawatir untuk mencari kejelasan informasi yang masih terhitung agama yang paling muda dari agama-agama sebelumnya.Cara Rasulullah menyampaikan Alqur'an kepada sahabat dan menyuruh menulisnya.
Rasulullah telah menerima wahyu dari Allah, lalu membacanya dihadapan sahabat, serta menyuruh para kuttab (penulis wahyu) menulisnya. Setiap telah cukup satu surat turunnya, Nabi memberi nama kepada surat itu, sebagai tanda yang membedakan surat itu dengan surat yang lain. Nabi menyuruh meletakkan " basmallah" di permulaan surat yang baru, atau di akhir surat terdahulu letaknya. Demikian pula di tiap-tiap turun ayat, nabi menerangkan tempat meletakkan ayat-ayat itu, nabi katakan : letakkan ayat ini sesudah itu, disurat Al baqarah misalnya. demikianlah Nabi perbuat sehingga sempurnalah Al qur'an itu diturunkan dalam tempo 23 tahun lebih kurang ( 22 tahun 2 bulah 22 hari). Disamping terdapat yang menghafal Alqur'an, pada saat itu banyak pula yang menulis ayat suci. Para juru tulis Rasul yang masyhur ialah ; Abu Bakar , Umar, Ustman, Ali , Amir ibn Fuhairah . Ubai ibn Ka'ab, Tsabit ibnu Qais ibn Syammas , Zaid ibnu Tsabit, Muawwiyah ibn Abi Sufyan dan beberapa orang lainnya. Kata ibn Atsir Al jazary daslam kitab An Nasyr: sahabat yang menghafal Alqur'an dimasa nabi masih hidup banyak sekali. Mereka tidak memerlukan menulis Alqur'an oleh karena mereka sangat baik hafalannya. Diantara para sahabat yang menghafal Alqur'an adalah ; Abu Bakar Ash shiddiq ra., umar ibnul Khaththab ra, Ustman ibn Affan ra., Ali ibn Abi Thalib ra. thalhah, Sa'ad, Hudzaifah, Salim, Abu Hurairah, Abdullah ibnu Mas'ud, Abdullah Ibnu Abbas, Amer ibn `Ash, Abdullah ibn Amer ibn `Ash, Muawwiyah, Ibnuz Zubair, Abdullah Ibn Assa-ib, Aisyah ummul mukminin ra, Hafsah ummul mukminin (Hafsah ini juga terhitung seorang ahli tulis pada masa itu), ummu salamah ummul mukimin dll
Kebenaran suatu agama tergantung dari kebenaran atau kesucian kitabnya. Apakah ia betul-betul dari Tuhan ataukah hanya tulisan manusia belaka. Bisa jadi pada mulanya, ia adalah wahyu Tuhan, kemudian dirombak dan diubah sedemikan rupa untuk disesuaikan dengan keyakinan dan filsafat tertentu. Kriteria pertama sebagai tolok ukur kebenaran dan kesuciannya, adalah ia tidak dicampuri oleh hasil pikiran dan angan-angan manusia, serta bebas dari kesalahan. Sebab, Tuhan yang Maha benar adalah sumber dari segala kebenaran dan mustahil Dia melakukan kesalahan. Dengan demikian, wahyu dari Tuhan pasti tidak akan pernah salah dan tidak akan mengalami perbaikan, perubahan, penambahan, ataupun pengurangan sedikitpun. Jika ada kitab yang dianggap suci mengalami hal tersebut, berarti ia bukan kitab suci, melainkan hanyalah tulisan manusia belaka yang mengaku wakil Allah yang memegang otoritas untuk menulis kitab suci. Padahal itu semua tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Setiap orang Kristen pasti tidak akan menyangkal bahwa didalam kitab sucinya terdapat banyak kesalahan dan pertentangan antara ayat-ayatnya, yang tidak bisa dipertemukan, serta sering mengalami revisi atau perbaikan. Disamping itu, selamanya mereka tidak akan mampu menunjukkan kitab sucinya yang betul-betul dari Yesus (Nabi Isa). Sudah terbukti , Injil sekarang bukanlah Injil Yesus, melainkan hasil karangan orang-orang yang tidak pernah berjumpa dan mengenal Yesus. Jika diteliti lebih lanjut, pasti akan terungkap, bahwa injil yang dipegang oleh pemeluk agama Kristen sekarang adalah kitab suci hasil karangan paulus dari Tarsus yang mengaku mendapatkan mandat dari Yesus melalui (alam) ghaib untuk menyebarkan agama Kristen sehingga menimbulkan pertanyaan : Agama Kristen sekarang ini apakah agama Yesus ataukah agama Paulus ??
Sebagaimana diketahui , bahasa yang dipakai oleh Yesus sehari-hari adalah bahasa Aram. Lalu mengapa Injil bahasa Aram tidak ada, kemudian berubah menjadi bahasa Yunani. Mengapa Injil Matius, Lukas dan Markus terdapat kesamaan, sehingga disebut injil synopsis, sedangkan Injil Yahya (Yohanes) sangat berbeda ? Berikut ini adalah proses terbentuknya kitab perjanjian baru.
Tahun 30 ……Penyaliban
Tahun 50 ……surat pertama Paulus
Tahun 62 ……surat paulus terakhir
Tahun 65-70 Injil Markus
Tahun 70 ? …. Surat Paulus kepada Jemaat Ibrani
Tahun 80 …….Injil Lukas
Tahun 85-89 …Injil Matius
Tahun 90 ……..Kisah Rasul
Tahun 90-100 …Injil Yahya (Yohanes) dan surat pertamanya
Tahun 95-100 …Kitab Wahyu
Tahun 100 ? …..Timotius 1 dan 2, dn Titus
( dikutip dari ` The Origin and Transmission of The New Testament , oleh L.D. Twilley B.D , 1957, hal 51. )
Karena proses terbentuknya kitab suci perjanjian baru seperti diatas, maka Alkitab tidak bisa dijamin keabsahannya dan tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenaran dan keotentikannya.
Demikian saya tidak akan terlalu jauh membahas persoalan kebenaran suatu ajaran agama sampai detail, kecuali secara global bahwa kebenaran itu tidak bisa menurut perkiraan dan angan atau menurut orang tua kita secara turun temurun sehingga nilai objetifitasnya tidak ada. Kita harus berani mengambil sikap …kalau memang kita benar-benar mencari kebenaran.Bukan karena propaganda pendeta atau kyai tanpa mempertimbangkan dengan jujur.
Mari kita kembali membahas masalah kemurnian Dzat Mutlak yang bisa menjelaskan mengapa Islam diturunkan ke Dunia. Telah diakui dan disepakati oleh semua agama bahwa Dzat Mutlak tidak bisa digambarkan, tidak laki-laki dan tidak perempuan, tidak bisa diserupakan dengan ciptaan-Nya. Konsep Laa ilaha illallah …tiada ilah kecuali Dzat Mutlak, merupakan sesuatu yang disepakati dalam bahasa Universal. Bahwa diatas makhluk ada kemutlakan yang semuanya bergantung kepada-Nya ( tai-chi ). Atau semua alam bergantung kepada TAO, dan Hong wilaheng sekaring bawana langgeng istilah arabnya Rabbul `alamin (tempat bergantungnya alam semesta) , bahwa sesuatu yang bergantung adalah lemah., yaitu sesuatu yang bisa digambarkan.berupa alam-alam ciptaan. Jika dalam bermeditasi atau bersembahyang, fikiran dan jiwa kita di arahkan kepada objek yang berupa alam (apakah itu bayangan diri sendiri, bentuk patung, irama nafas, membayangkan wajah guru suci, anak Tuhan dll ), maka kita akan terhambat kepada alam fikiran atau alam-alam ciptaan, yang tidak akan mampu menembus alam ketuhanan Mutlak, karena Allah atau Tao bukanlah alam. Jika sang meditator melihat sesuatu yang seperti digambarkan dalam pengalamannya ..berarti dia masih berada di wilayah ciptaan …bukan kepada Dzat Mutlak (tersesat/ reinkarnatie )
Mutlak artinya tidak tersentuh sedikitpun oleh alam, sehingga untuk melihat-Nya harus meninggalkan alam (Moksa), bukan menuju alam, akan tetapi menyadari bahwa alam adalah fana (tiada). Kalau kita masih merasakan "keadaan" berarti kita dalam penyatuan dengan yang Mutlak artinya kita tidak melepaskan ketidak hakikian kita menjadi hakiki yang sebenarnya.
Sarana atau perantara meditasi merupakan hambatan menuju yang Mutlak dalam bahasa Islam disebut Syirik, yaitu mencampurkan alam benda (sesuatu yang bisa dijangkau oleh fikiran) dengan Yang hakiki ketika bermeditasi atau bersembahyang. Akibatnya mereka akan berhenti kepada alam-alam (alam spiritual) yang masih jauh dari kebenaran Mutlak. Karena bagaimanapun bentuk alam itu masih dikategorikan alam, yang berarti masih berada dalam kekuasaan Allah atau TAO. Untuk mencapai kebenaran Mutlak harus meninggalkan ikatan alam-alam termasuk sarana-sarana ( patung, manusia, gunung, matahari, roh suci dll) karena semuanya masih berupa alam.Tuhan itu Esa tidak bisa disentuh oleh pikiran ( tak terbayangkan, tak terdifinisikan) Dialah TAO !! Selama pikiran kita bergerak untuk menciptakan gagasan tentang Tuhan, maka kita akan berhenti kepada gagasan itu.
Selama orang itu bersembahyang menuju objek yang bisa dibayangkan (anak Allah, dewa, patung,Gunung, guru suci) maka orang itu telah terikat kepada alam-alam, tidak akan mampu menembus Dzat yang Mutlak, dan berhenti kepada gagasan alam semesta. Mereka menemukan kekuatan-kekuatan alam atau bahasa Alam bukan Tao itu sendiri. Demikian juga orang shalat jika di dalam shalatnya menuju kepada yang tidak jelas (ngelantur, melamun) maka objeknya adalah lamunannya sendiri sehingga ia tidak mampu menembus (mi'raj) menuju Dzat Mutlak ( Aqimish shalata li dzikri, dirikan Shalat untuk menuju Aku yang Mutlak, QS. Thaha:14 )
Di dalam Bhagavad Gita disebutkan, barang siapa sesembahannya (objek meditasinya) kepada roh alam maka ia akan kembali kepada roh alam, barang siapa sesembahannya kepada dewa-dewa maka ia akan mati kembali kepada dewa-dewa, dan akan menjalani reinkarnasi. Akan tetapi jika sesembahannya kepada BRAHMAN Yang Agung, maka ia akan kembali kepada keabadian Mutlak, dan tidak akan reinkarnasi.
Di dalam ajaran Budha disebutkan, konsep dari personalitas ego adalah sesuatu yang digambarkan oleh pikiran yang diskriminatif yang harus ditinggalkan. Di lain pihak, Budha alami adalah sesuatu yang tidak bisa di diskriminasikan dan harus diselidiki di satu rasa bukanlah ego dalam rasa " Aku dan kepunyaanku" . (The teaching of Buddha)
Didalam ajaran Taoisme mengatakan, agar dapat menyatu (sampai) dengan ketunggalan besar ( Yang Maha Besar ) manusia bijaksana harus mengatasi serta melupakan pemilahan diantara barang sesuatu dengan barang yang lainnya. Jalan untuk dapat bersikap demikian ialah dengan mengesampingkan pengetahuan ( tidak berbuat syirik/ mengabaikan konsepsi manusia) dan merupakan metode yang dipakai oleh kaum Tao untuk mencapai sikap bijaksana.
Injil juga melarang syirik seperti diungkapkan pada surat Matius 7: 21-23
Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan akan masuk kedalam kerajaan syurga, hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapakku yang disyurga . Pada hari itu kelak banyak orang yang akan berkata kepadaku; Tuhan, Tuhan, bukankah dengan nama Tuhan kami mengajar, dan dengan nama Tuhan kami membuangkan setan, dan dengan Nama Tuhan kami mengadakan banyak mukjizat. Pada ketika itu Aku akan berkata kepada mereka itu dengan nyata: bahwa tiada pernah aku mengenal kamu, undurlah daripadaku, hai kamu yang mengerjakan jahat.
Kesimpulan dari setiap ajaran agama adalah mencapai kebenaran Mutlak dengan cara meninggalkan pengetahuannya (konsepsi pikirannya tentang gambaran Tuhan yang tak terdifinisikan) yaitu Tauhid MURNI. Dengan demikian Islam adalah agama pembenaran agama-agama terdahulu ( Ali Imran:3) dan sekaligus menyempurnakan peradaban yang dianggap sudah tidak relevan lagi pada masa sekarang. Islam diturunkan ke Dunia sebagai misi penyelamatan dari campur tangan mitos manusia tentang Tuhan, yaitu memurnikan nilai ketuhanan yangbersifat ESA. Menafikan segala bentuk ketuhanan kecuali Allah Yang Esa , tidak tergambarkan oleh konsepsi manusia dan tidak seperti apa yang dipirkan oleh pikiran dan perasaannya yang dalam bahasa Alqur'an disebut sebagai Tauhid yaitu gambaran tentang Tuhan secara hakiki.
Selengkapnya...
Lihat Disana.! Demi Mempertahankan Jilbab, Nyawa taruhannya.
Posted On Selasa, 07 Juli 2009 at di 02:14 by MulyadiKematian Marwa memicu kemarahan di kalangan komunitas Muslim di Jerman dan Mesir-negara asal Marwa-tetapi juga komunitas Muslim di berbagai negara. "Tidak ada Tuhan selain Allah dan orang-orang Jerman adalah musuh Allah," kata seorang warga Mesir yang ikut mengantarkan jenazah Marwa ke pemakaman.
"Kami akan membalas kematiannya. Barat, mereka tidak mau mengakui kita. Di sana ada rasisme," ujar Tarek Al-Sharbini, saudara lelaki Marwa
Selain Marwa, suaminya juga menjadi korban dan sekarang masih dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit Dresden, Jerman. Suami Marwa secara tak sengaja terkena tembakan aparat saat sang suami mencoba melindungi istrinya yang diserang dengan senjata tajam oleh pemuda Jerman keturunan Rusia.
Peristiwa itu terjadi di ruang sidang di kota Dresden, saat Marwa akan memberikan kesaksian atas kasusnya. Marwa menuntut pemuda yang juga tetangganya itu ke pengadilan karena menyebutnya sebagai teroris hanya karena ia mengenakan jilbab. Marwa berada di Jerman mengikuti suaminya yang sedang melakukan riset dengan biaya beasiswa.
Menurut kakak lelaki Marwa, aparat mengira suami Marwa yang melakukan serangan sehingga petugas keamanan pengadilan itu menembaknya. "Para aparat keamanan itu berpikir, sepanjang orang itu tidak berambut pirang, maka dialah pelaku serangannya, dan mereka menembak suami Marwa," kata kakak lelaki Marwa.
Pemuda Jerman keturunan Rusia yang menyerang Marwa, bernama Alex W, 28, kini mendekam di penjara dan akan dikenakan tuduhan baru yaitu pembunuhan. Christian Avenarius, jaksa pengadilan Dresden mengatakan, Alex menusuk Marwa karena didorong rasa kebencian yang dalam terhadap Islam, karena sejak awal pengadilan, Alex yang berimigrasi ke Jerman tahun 2003 sudah mengungkapkan pernyataan-pernyataan anti-Islam dan anti-Muslim.
Dari wawancara di beberapa media Mesir, keluarga Al-Sharbini di Mesir mengatakan bahwa pelaku penusukan sudah sering menghina dan melecehkan Marwa, bahkan pernah mencoba melepas jilbab Marwa. Ibu Marwa, Laila Shams mengungkapkan, Marwa juga kesulitan mendapat kerja di Jerman karena ia mengenakan jilbab.
"Suatu kali, Marwa pernah disuruh melepas jilbab jika ingin mendapatkan kerja, tapi Marwa menolaknya," kata sang ibu.
Menanggapi kasus Marwa, Jubir pemerintah Jerman Thomas Steg mengatakan bahwa insiden ini berlatar belakang rasial dan pemerintah mengutuk keras pelakunya. Pemerintah Jerman baru bersuara atas kasus ini, setelah komunitas Muslim di negara itu mengecam pemerintah dan para politisi di Jernam yang diam saja atas kasus tersebut.
Menyindir sikap pemerintah dan para politisi di Jerman, harian independen di Mesir, El-Shorouk menulis, kalau korbannya Yahudi, barulah dunia gempar. Seorang bloger Mesir bernama Hicham Maged dalam blognya menulis,"Mari kita bayangkan, jika kondisinya dibalik, korban adalah orang Barat yang ditusuk di dunia atau di salah satu negara Timur Tengah oleh seorang Muslim ekstrim."
Atas insiden yang menimpa Marwa, Asosiasi Farmasi Mesir sudah menyerukan boikot terhadap obat-obatan dari Jerman.
Dari wawancara di beberapa media Mesir, keluarga Al-Sharbini di Mesir mengatakan bahwa pelaku penusukan sudah sering menghina dan melecehkan Marwa, bahkan pernah mencoba melepas jilbab Marwa. Ibu Marwa, Laila Shams mengungkapkan, Marwa juga kesulitan mendapat kerja di Jerman karena ia mengenakan jilbab.
"Suatu kali, Marwa pernah disuruh melepas jilbab jika ingin mendapatkan kerja, tapi Marwa menolaknya," kata sang ibu.
Catatan yg Membuat Anda Tercengang
Posted On Jumat, 03 Juli 2009 at di 02:46 by MulyadiSekelompok staf dari sebuah perusahaan di Inggris menemukan performa kerja yang lebih baik dengan bekerja tanpa mengenakan busana apa pun. Para karyawan di perusahaan pemasaran dan desain, onebestway, di New Castle, bekerja tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh mereka atas permintaan bos mereka yang berpendapat bahwa langkah itu dapat meningkatkan bisnis.
Perusahaan yang terancam bangkrut ini telah memecat 6 karyawannya sejak bermulanya krisis keuangan. Untuk mengatasi masalah ini, seorang psikolog David Taylor diminta pendapatnya guna meningkatkan semangat kerja tim di perusahaan itu. dibuatlah program khusus "Naked Friday"
Silahkan klik alamat berikut :
http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/07/02/23063844%20/telanjang.di.kantor.untuk.melatih.keberanian
SEOUL - Sebuah klub di Gangnam, wilayah selatan Seoul, Korea Selatan, menggemparkan publik lantaran perilaku seksual aneh para anggotanya.
Mereka terlibat dalam kelompok seks, saling bertukar pasangan, sementara anggota lainnya menikmati minuman dan menonton adegan demi adegan persetubuhan.
Berdasarkan Kepolisian Gangnam, lokasi klub yang bernama Couple Theme Club itu terletak di Nonhyeon-dong, dan terbuka untuk anggota eksklusif yang mendaftar lewat situs internet mereka. Situs tersebut kini telah ditutup lantaran pengunjungnya yang membludak.
Namun kabar mengenai klub tersebut terus beredar secara maya, dan sejumlah pewarta warga (netizen) mendesak dilakukannya penutupan terhadap klub tak bermoral itu. Demikian seperti dikutip dari Korean Times, Rabu (1/7/2009).
Untuk memasuki klub, pengunjung harus melewati penjaga keamanan yang memeriksa keanggotaan serta barang bawaan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah para anggota membawa kamera atau camcoder.
Tertulis dalam laman internet klub itu, "Kami menantang segala tabu dalam seks".
Pemilik klub itu juga menegaskan kegiatannya adalah sah. "Berdasarkan kuasa hukum, ini adalah sah karena aktivitas dilakukan di ruangan yang diisolasi dan didasarkan atas kehendak para partisipan," ujar pemilik yang diposting di laman situsnya.
"Ini untuk mendukung hak masyarakat dalam memilih partner seks. Kami juga menyewa kuasa hukum untuk menghadapi segala perselisihan hukum," tambah sang pemilik.
Prof Cho Gook, pakar hukum dari Seoul National University mengatakan, jika para partisipan telah menyetujui konsensus sebelum ikut serta dalam aktivitas itu, maka itu bukanlah subjek yang dapat dihukum.
Silahkan Klik alamat berikut
http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2009/07/117_47775.html
Mungkin akan ada lagi cerita yg mirip ini lain waktu, dan di Indonesia sudah ada (jakarta under cover),Jika tidak mau negrimu seperti mereka, pertegaslah, dan jangan ada abu-abu aturannya, api yg besar bermula dari setitik bara.


